Nikmati Beribadah Sambil Berlibur di Vihara Dharma Sasana
Tidak hanya sebagai tempat ibadah bagi pemeluk agama Buddha, vihara dharma sasana juga dijadikan sebagai salah satu objek wisata andalan yang ada di Kepulauan Riau

Pernahkah Anda berpikir untuk beribadah sembari liburan? Khusus bagi yang beragama Buddha, sangat disarankan untuk mengunjungi Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang) yang ada di Kepulauan Riau. Tepatnya, tempat ibadah umat Buddha ini berada di pinggir Pantai Senggarang, Kota Tanjung Pinang, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Pesona Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang)

Begitu Anda memasuki area vihara, Anda akan disambut dengan pemandangan yang menyejukkan karena sejauh mata memandang terlihat warna hijau, atau dengan kata lain terdapat taman yang sering digunakan sebagai tempat istirahat untuk pengunjung. Lalu, bila masuk jauh lebih dalam, Anda akan menemukan banyak jenis patung khas Buddha.

Sebut saja patung naga, patung salah satu tokoh pendekar sakti, yaitu Sun Go Kong, patung Dewi Kuan Im, dan beberapa patung lainnya yang juga turut meramaikan vihara ini. Di dalam vihara juga Anda akan melihat adanya kuil yang sebenarnya sudah ada sejak abad ke – 17 namun masih berdiri dengan kokoh hingga zaman ini.

Fasilitas Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang)

Karena ini adalah vihara, tempat ibadah bagi para pemeluk agama Buddha, sudah barang tentu fasilitas yang disediakan adalah fasilitas ibadah guna menunjang pelaksanaan ibadah di vihara ini, seperti misalnya sesajian atau bakaran hio, dan lain sebagainya.

Ada sedikit cerita mengenai Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang). Dahulu kala, vihara ini dibangun oleh seorang imigran yang berasal dari daratan China. Kompleks vihara juga memiliki 4 bangunan utama, dan 3 di antaranya adalah klenteng di mana bangunan klenteng tersebut ketiganya menghadap ke arah laut.

Klenteng pertama diberi nama dengan Klenteng Fu De Zheng Shen. Klenteng kedua diberi nama dengan Klenteng Tian Hou Sheng Mu, dan klenteng terakhir diberi nama Klenteng Yuan Tien Shang.

Nah, bangunan keempat inilah yang hingga sekarang masih berdiri kokoh bahkan dimanfaatkan sebagai objek wisata selain berfungsi sebagai tempat ibadah, yaitu vihara yang tepatnya dibangun pada tahun 1988 atau sekitar 43 tahun setelah Indonesia merdeka.

Baca Juga : Vihara Avalokitesvara Graha, Vihara Tebesar di Asia Tenggara

Hunting Foto di Wisata ini

Anda dapat menjadikan taman hijau yang berada di depan vihara sebagai salah satu objek foto Anda. Selain itu, Anda juga dapat masuk dan melihat – lihat keunikan yang ada di dalam Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang). Misalnya saja, berbagai patung yang sudah diceritakan di awal, Anda dapat mengabadikan beberapa hal tersebut di dalam kamera Anda.

Akses Menuju ke Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang)

Pertama – tama, jika Anda berasal atau berangkat dari luar Kepulauan Riau, sangat disarankan untuk memilih jalur laut dan menggunakan transportasi kapal laut dengan destinasi di pelabuhan besar yang ada di Tanjung Pinang. Kemudian, setelah sampai di sana segalanya akan jauh lebih mudah karena Anda memiliki 2 pilihan alternatif untuk menyambung perjalanan.

Pilihan pertama merupakan pilihan yang dianjurkan, yaitu menempuh perjalanan dengan menggunakan kapal pompong atau sejenis perahu kecil yang akan memakan waktu tempuh selama kurang lebih 15 menit lamanya. Sementara itu, bila terpaksa karena kapal pompong sudah habis dipesan, Anda tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jalur darat.

Nah, mengapa jalur darat ini tidak lebih disarankan dibandingkan jalur laut atau yang menggunakan jasa kapal pompong? Karena, jika Anda memilih jalur darat, suka tidak suka, Anda harus memutar terlebih dahulu sehingga sudah pasti akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan jika menggunakan kapal pompong yang hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.

Tips Berwisata ke Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang)

Pada sub judul hunting foto sudah dijelaskan bahwa pengunjung dapat mengambil foto bahkan di dalam kuil atau vihara sekalipun. Akan tetapi, perlu Anda perhatikan bahwa jangan sampai kegiatan tersebut mengganggu orang lain. Sekali lagi, ingatlah bahwasanya fungsi utama dari Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang) ini adalah sebagai tempat ibadahnya para pemeluk agama Buddha.

Oleh karena itu, bagi para pengunjung yang beragama lain selain Buddha, dimohon untuk pengertiannya dengan melakukan kunjungan tanpa menimbulkan kegaduhan, terutama saat hunting foto. Di sinilah peran untuk saling hormat – menghormati dan menumbuhkan toleransi terhadap agama lain diperlukan.

Jam Buka dan Peta Lokasi Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang)

Vihara ini mulai buka dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB dan tidak ada biaya untuk masuk ke dalamnya karena sekali lagi fungsi utama dari tempat ini adalah sejatinya merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Buddha.

Demikian sekilas info dan apa – apa yang ada di dalam Vihara Dharma Sasana (Viahara Senggarang). Bagi yang beragama Buddha, sangat disarankan untuk menyempatkan berkunjung dan merasakan bedanya beribadah di vihara bersejarah ini.

Artikel Terkait