Istana Damnah, Menikmati Keindahan dan Belajar Sejarah Kerajaan Melayu Riau Lingga
Dahulu di depan Istana Damnah terdapat balairung seri yang pada masanya sering dijadikan atau dialihfungsikan menjadi tempat musyawarah beserta pertemuan – pertemuan para petinggi di zaman tersebut.

Adakah beberapa dari Anda yang ingin sekali menghabiskan waktu liburan sekaligus mendapatkan wawasan tambahan? Terutama pengetahuan mengenai tempat – tempat bersejarah. Jika jawabannya iya, selamat! Anda sedang membaca artikel yang tepat.

Tempat wisata yang direkomendasikan yaitu Istana Damnah yang merupakan salah satu objek wisata terkenal di Kepulauan Riau yang mengandung nilai sejarah. Tepatnya, istana ini terletak di dalam hutan belantara yang ada di kampung Damnah, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Pesona Istana Damnah

Dahulu, istana ini terbilang sangat megah pada masanya. Tentu saja itu karena akan menjadi tempat tinggal seorang Sultan. Namun, semua hanya tinggal kenangan karena yang masih tersisa dan dapat dilihat oleh pengunjung sekarang ini hanyalah nampak muka tangga beserta sebagian tiang tembok pagar yang bahan penyusunnya terbuat dari batu bata.

Sejarah Istana Damnah

Istana ini dahulu dibangun oleh Raja Muhammad Yusul Al – Ahmadi, Yang Dipertuan Muda Riau X pada masa periode 1857 sampai dengan 1899 M. Tepatnya, beliau mendirikan istana ini pada tahun 1860 M yang diperuntukkan sebagai kediaman Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II yang pada sebelumnya tinggal di Istana Kota Baru.

Nama istana itu sendiri berasal dari nama kampung Damnah yang sekaligus menjadi tempat dibangunnya istana bersejarah ini. Sehingga lahirlah istana dengan nama yang sama, yaitu Damnah sebagai tempat kediaman Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II di masa lalu dan dimanfaatkan sebagai cagar budaya pada saat ini.

Fasilitas di Istana Damnah

Selain karena tempatnya yang berada di desa, ditambah agak masuk ke dalam atau pelosok menyebabkan tidak akan ditemukan banyak fasilitas pendukung yang berada atau tersebar di area sekitar cagar budaya ini.

Hunting Foto di Wisata ini

Bila ingin mengabadikan tempat bersejarah ini, Anda dapat mengambil gambar berupa muka tangga beserta dinding yang ada di sekelilingnya sebagai kenang – kenangan. Tidak banyak spot atau latar lainnya yang dapat diambil dengan potret kamera. Selain karena istana yang sudah tidak semegah dan utuh seperti dulu, letak yang berada di desa membuat pengunjung tidak dapat berharap banyak untuk dapat mengambil foto – foto.

Baca Juga : Gunung Daik, Ekspedisi Puncak Tiga Cabang Kepulauan Riau

Tips Berwisata ke Istana Damnah

Alangkah bagusnya bila Anda punya tujuan lebih untuk datang ke tempat ini, dengan kata lain bukan hanya untuk mengisi waktu luang saja. Minimal, Anda harus bertambah pengetahuan setelah pulang. Jauh lebih bagus bila Anda berinisiatif untuk melakukan riset lebih jauh mengenai istana ini untuk keperluan akademis.

Jika merasa kesulitan, Anda dapat meminta bantuan kepada tenaga ahli, bisa dari dosen, peneliti itu sendiri, atau ahli arkeolog yang tentunya akan dengan senang hati membantu tujuan baik Anda ini karena memang itulah pekerjaan utama mereka, terutama meneliti tempat bersejarah seperti Istana Damnah.

Akses Menuju Istana Damnah

Karena banyaknya peneliti serta ahli arkeolog yang datang dengan tujuan mengumpulkan data penelitian serta riset di bangunan bersejarah ini, maka pemerintah Kepulauan Riau memutuskan untuk membuat satu lagi bangunan replika dari istana ini. Namun, perlu diingat bahwa replikanya tidak benar – benar sama persis 100%.

Bila Anda berniat untuk datang dan melihat versi replika yang lengkap, lokasinya berada di kota Daik, ibukota Kabupaten Lingga. Satu – satunya jalan menuju kota Daik yaitu harus melalui sungai dengan menumpang pada perahu saat air sedang pasang. Mengapa harus saat air pasang?

Karena Anda akan kesulitan menuju ke lokasi bila air sedang surut atau tidak pasang. Logikanya, saat air surut, sungai otomatis menjadi kering dan tentunya kapal menjadi sulit untuk sampai di kota Daik demi melihat Istana Damnah.

Kemudian, jika Anda juga tertarik melihat istana versi asli, tempatnya pun tidak jauh dari tempat dibangunnya replika istana. Hanya perlu berjalan kaki santai selama beberapa menit karena jaraknya yang tidak sampai berkilo – kilo meter jauhnya.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk

Tidak ditemukan aturan khusus mengenai jam buka terlebih soal harga tiket masuk yang harus dibayar untuk dapat mengunjungi istana ini. Akan tetapi, tetap dibutuhkan izin dari tokoh masyarakat setempat untuk dapat masuk ke dalamnya.

Anda akan dipandu oleh penduduk yang tinggal di sana untuk diceritakan mengenai istana di zaman dahulu serta yang tersisa sekarang. Meski tidak ada aturan jam buka, umumnya pengunjung datang di waktu – waktu yang dianggap tidak mengganggu aktivitas utama penduduk, yaitu berkisar antara pukul 10.00 pagi sampai dengan 17.00 sore hari.

Demikian penjelasan mengenai informasi seputar Istana Damnah. Semoga setelah berkunjung dapat menambah wawasan Anda mengenai tempat bersejarah yang bernilai dan dapat mengambil pelajaran penting darinya.

Artikel Terkait