Goa Kasah, Salah Satu Situs Prasejarah Kabupaten Kerinci
Goa Kasah merupakan salah satu situs prasejarah di Kabupaten Kerinci. Goa ini diperkirakan menjadi tempat tinggal bagi manusia purba pada zaman dahulu. Terdapat beberapa lukisan dan tulisan di dinding goa, serta kursi batu dan juga kamar dengan batu yang menyerupai tempat tidur.

Alam Kerinci masih menyimpan berbagai misteri yang hingga kini belum bisa terpecahkan. Tak hanya keindahan alam saja, kabupaten ini juga memiliki berbagai tempat wisata menantang yang cocok bagi para petualang. Seperti contohnya Goa Kasah yang menawarkan sensasi berpetualang serta wisata prasejarah.

Goa yang menjadi salah satu situs sejarah di Kerinci ini memang sangat menarik untuk dieksplor. Konon, goa ini menjadi tempat tinggal bagi manusia purba yang hidup ribuan tahun lalu. Terdapat beberapa lukisan di dinding goa yang dipercaya merupakan peninggalan purbakala. Lokasinya pun cukup sulit dijangkau, menjadi tantangan tersendiri yang cukup seru untuk ditaklukkan.

Goa Kasah

Secara administratif, Goa Kasah terletak pada Desa Renah Kasah, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Untuk mencapai goa, bukan persoalan yang mudah karena berbagai rintangan harus dilalui wisatawan. Berjarak sekitar 70 kilometer dari Kota Sungai Penuh, wisatawan bisa menuju ke goa dengan perjalanan kurang lebih satu jam.

Untuk menuju goa, pengunjung harus terlebih dahulu menuju ke Desa Sungai Simpun. Hal ini dikarenakan Desa Renah Kasah hanya bisa dilalui dengan sepeda motor atau berjalan kaki. Dari Desa Sungai Simpun ke Desa Renah Kasah wisatawan akan dihadapkan dengan berbagai medan mulai jalanan rawa yang diberi landasan papan-papan, persawahan penduduk, serta perbukitan dan juga ladang.

Kurang lebih perjalanan tersebut akan memakan waktu 45 menit. Disarankan wisatawan mempersiapkan diri karena perjalanan ini cukup melelahkan. Selama menuju ke Goa Kasah, pengunjung pun akan ditemani dengan berbagai pemandangan menawan seperti ladang-ladang kayu manis, serta perbukitan dipenuhi hijaunya tumbuhan.

Pesona Goa Kasah

Setelah melewati berbagai bentuk medan, masih terdapat sebuah rintangan yang harus ditaklukan. Wisatawan harus menaiki punggung bukit, jalur pun cukup ekstrim karena dipenuhi dengan bebatuan vulkanik. Akhirnya tibalah ditempat tujuan yaitu mulut goa yang berbentuk seperti celah di sebuah dinding batu.

Sebelum berkunjung, diwajibkan untuk setiap wisatawan terlebih dahulu meminta izin kepada penjaga atau juru kunci goa. Jika ada orang yang datang tanpa seizin juru kunci, dipercaya orang tersebut akan tertimpa musibah. Selain itu, pengunjung pun harus menjaga perilaku serta perkataan selama di dalam goa.

Goa Kasah

Pengunjung harus masuk ke dalam goa satu per satu karena mulut Goa Kasah yang tergolong kecil. Terdapat semacam teralis dari besi yang bisa dijumpai pada mulut goa ini. Suasana mencekam, gelap dan pengap pun akan menyambut wisatawan ketika berada didalam goa. Suara kelelawar yang berada pada atap goa, semakin menambah mistis suasana.

Kondisi tanah didalam goa ini cukup lembab dan licin, wisatawan diharapkan menggunakan sepatu boots agar tidak kesulitan dalam susur goa. Menurut sesepuh setempat, goa ditemukan sekitar tahun 1960 saat pencarian lahan baru untuk bercocok tanam. Goa ini diperkirakan memiliki panjang 150 meter dan lebar mencapai 20 meter.

Terdapat ruang utama dengan ukuran yang cukup besar, serta lorong-lorong gelap menuju ke ruang lain yang lebih kecil. Pada ruang utama ini bisa dijumpai sebuah kursi besar terbuat dari batu yang diperkirakan dulunya digunakan sebagai tempat duduk raja. Selain itu, ditemukan pula batu dengan permukaan datar yang semakin menguatkan dugaan bahwa goa ini pernah menjadi tempat tinggal manusia purba.

Udara dingin, serta minimnya pencahayaan di dalam goa seolah menciptakan suasana yang mencekam. Terkadang akan terdengar suara tetesan air dari atap goa yang memecah keheningan. Selain menjadi rumah bagi kelelawar, banyak pula ditemukan burung walet serta sarang-sarang walet di dalam goa.

Tak seperti goa pada umumnya, jumlah stalaktit dan stalakmit di goa ini terbilang tak terlalu banyak. Pada dinding-dinding goa terdapat beberapa tulisan serta lukisan yang menyerupai perempuan berambut panjang. Namun sayangnya, masih belum dilakukan penelitian lebih jauh tentang goa ini. Hal ini dikarenakan membutuhkan biaya yang cukup besar.

Fasilitas Goa Kasah

Fasilitas yang bisa ditemukan di Goa Kasah ini memang sangatlah minim. Jangankan fasilitas, kondisi jalan menuju goa pun masih sulit untuk dilalui. Namun wisatawan tak perlu khawatir, karena bisa menemukan berbagai fasilitas di Desa Renah Kasah. Di desa ini terdapat mushola, dan juga wisatawan bisa menitipkan kendaraannya di rumah penduduk setempat.

Tersedia pula jasa pemandu yang sangat disarankan untuk wisatawan jika ingin menelusuri goa. Di dekat desa, terdapat beberapa rumah makan sederhana yang menawarkan aneka kuliner khas Kerinci. Selain itu, tersedia pula beberapa homestay dengan harga terjangkau yang bisa digunakan wisatawan menginap. Homestay ini bisa menjadi alternatif, karena hotel terdekat baru bisa ditemukan di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Danau Lingkat, Fenomena Danau Keramat nan Memikat

Wisata susur Goa Kasah menjadi pilihan menarik jika kamu memiliki jiwa petualang, berikut beberapa kegiatan yang dapat kamu lakukan saat berada di dalam goa.

Berpetualang Menyusuri Goa

Bagi para wisatawan yang menyukai tantangan dan hobi berpetualang, berwisata ke goa ini nampaknya perlu dicoba. Selain memacu adrenalin, didalam goa kamu juga bisa menemukan benda-benda peninggalan masa prasejarah seperti kursi batu, lukisan-lukisan di dinding goa, dan juga kamar lengkap dengan batu yang berbentuk seperti tempat tidur.

Di dalam goa kamu pun bisa melihat burung walet beserta sarangnya yang mempunyai nilai tinggi. Namun wisatawan dilarang mengambil sarang burung tersebut, karena goa ini dianggap keramat dan bisa saja kamu mendapat malapetaka ketika keluar dari goa. Tak hanya itu, dalam perjalanan pun kamu bisa menikmati keindahan alam Kerinci berupa hamparan ladang kayu manis, sawah, perbukitan serta eksotisme Rawa Bento.

Hunting Foto

Keunikan yang ada pada goa ini pun bisa kamu abadikan dalam sebuah foto. Tentunya kamu harus membawa penerangan memadai, mengingat betapa gelapnya didalam goa. Kamu bisa memotret berbagai bentuk stalaktit dan stalakmit, lukisan-lukisan, serta tulisan yang terdapat didalam dinding goa.

Kamu pun bisa berfoto di dalam goa dengan menggunakan background dinding batu, dan juga kursi batu didalamnya. Namun yang harus kamu ingat, tetaplah jaga perilaku dan jangan bersikap berlebihan didalam goa. Pastinya berfoto didalam goa akan memberikan pengalaman berkesan, dan anti mainstream.

Baca Juga: 235 Tempat Wisata di Jambi Paling Menarik dan Wajib Dikunjungi

Tips Berwisata di Goa Kasah

  • Datanglah ke goa disaat cuaca cerah, karena saat hujan jalan akan sangat sulit dilalui dengan kendaraan.
  • Sebaiknya gunakan sepeda motor, agar kamu lebih fleksibel dan nyaman.
  • Jangan lupa pula untuk membawa bekal untuk persediaan selama perjalanan dan didalam goa.
  • Mintalah izin terlebih dahulu kepada juru kunci goa, dan sebaiknya gunakan pemandu dari penduduk setempat.
  • Sebaiknya kamu membawa pelindung kepala, senter, dan juga memakai sepatu boots saat berada didalam goa.
  • Jagalah perilaku, tutur kata dan sopan santun selama di dalam goa.
  • Ikutlah melestarikan alam, dan selalu jaga tempat wisata dengan tak merusaknya.
  • Wisatawan diharapkan menjaga kebersihan goa, dan jangan sembarangan membuang sampah didalam goa.

Artikel Terkait